Rabu, 01 April 2020

Jalani Karantina 14 Hari di Hotel, Aaron Evans Tetap Jaga Kondisi



Bek PSS Sleman Aaron Evans telah memutuskan untuk pulang ke Australia akibat Shopee Liga 1 ditangguhkan. Dia bercerita harus menjalani karantina di hotel. Situs Berita Bola Update

Pemain 25 tahun itu pun sudah sampai ke negara asal. Hanya saja, dia tetap harus menjalani prosedur isolasi COVID-19 selama 14 hari. 


Mantan pemain PSM Makassar itu pun saat ini telah menjalani isolasi hari ke-3 di sebuah hotel. Selama di hotel Aaron bercerota jika dia tidak diizinkan keluar untuk memutus rantai penyebaran virus.

"Terjebak di sebuah hotel selama 14 hari ke depan dan tidak diizinkan keluar seperti permintaan pemerintah Australia untuk mencoba dan menghentikan penyebaran virus COVID-19," kata Aaron.

Terjebaknya Aaron di kamar hotel, artinya dia tidak bisa keluar untuk berlatih di gym.

"Itu berarti tidak ada gym, tidak ada latihan di luar," lanjutnya. 


Namun, kendati tidak bisa latihan di luar, Aaron tetap berusaha untuk tetap mempertahankan kondisi fisiknya di dalam kamar. Bahkan dia selalu membagiakan kegiatannya setiap hari untuk menjaga kondisi fisiknya di akun Instagramnya.

"Tapi itu tidak menghentikan saya untuk tetap berada di dalam hotel dan berolahraga di kamar saya," tegasnya.

Manajemen PSS Sleman memutuskan untuk memperpanjang libur para pemain. Kebijakan itu diambil menyusul dikeluarkannya surat keputusan oleh PSSI yang menetapkan force majeure akibat pandemi COVID-19.

Keputusan manajemen Laskar Sembada pada akhirnya memengaruhi keputusan pemain yang masih bertahan di Yogya. Salah satunya palang pintu asal Australia, Aaron Evans.

Bek 25 tahun itu pun akhirnya memutuskan untuk pulang kampung ke Negeri Kangguru. Keputusan yang diambil oleh Evans sudah melalui berbagai pertimbangan.

"Usai beberapa kali berdiskusi dengan pemerintah Australia, keluarga saya, staff di PSS Sleman, saya akhirnya telah memutuskan untuk kembali ke Australia selama pandemi yang mewabah di seluruh dunia dan bahkan sampai menghentikan atau menunda kompetisi sepakbola, tak hanya di Indonesia namun di seluruh dunia," tulis Evans di media sosialnya, Minggu (29/3).


Bek Inter Milan: Italia Lelet Banget Tangani Corona


Italia salah satu yang paling terdampak virus corona saat ini. Bek Inter Milan, Diego Godin, kesal betul melihat lambannya pemerintah negara itu menanganinya. Situs Berita Bola Update

Italia kini menjadi negara dengan jumlah korban terbanyak virus corona. Data termuktahir yang dirilis John Hopkins University menyebut, ada 12.428 yang meninggal akibat COVID-19 di Negeri Pizza--terbanyak di seluruh dunia.



Jumlah mengerikan itu banyak dinilai karena Italia terlalu lamban dalam menangani virus corona. Godin, yang baru pindah dari Atletico Madrid ke Inter pada musim panas tahun lalu, setuju dengan hal tersebut. 


"Itu bukan masalah besar pada awalnya. Semua orang mengira itu masalah di Cina dan tidak akan menyebar ke negara lain," kata Godin, kepada ESPN.

"Langkah-langkah yang diberlakukan sangat, sangat lambat. Kami disuruh mengambil tindakan pencegahan, tetapi di tingkat pemerintah tidak ada tindakan drastis yang diambil, yang akan mencegah apa yang mungkin terjadi," jelasnya.

Kasus pertama virus corona di Italia muncul sejak 31 Januari 2020, usai dua turis China datang ke Roma. Sementara kematian pertamanya terjadi pada 22 Februari. Ketika itu, kompetisi Serie A bahkan masih lanjut digelar, sebelum kini sudah disetop. 


 Kini, Godin sudah pulang ke Uruguay setelah menjalani karantina dua pekan. Ia pun menyemangati dokter-dokter Italia, di mana Italia sudah kehilangan 33 dokter saat berjuang melawan corona.

"Pekerjaan yang dilakukan para dokter dan mereka semua dalam pelayanan kesehatan sangat mengesankan," kata Godin.

"Apa pun yang dilakukan untuk menghormati mereka akan muncul secepatnya. Mereka adalah pahlawan nyata hari ini. Gambar-gambar dari apa yang telah mereka lakukan benar-benar membuat tergugah," ujar bek 34 tahun itu.

Momen Cristiano Ronaldo dengan Martunis, yang Kini Resmi Menikah


Anak angkat Cristiano Ronaldo, Martunis, telah menjalankan pernikahannya dengan sang kekasih, Sri Wahyuni, kemarin. Ia telah memberi tahu pihak Ronaldo atas kabar bahagianya ini. Situs Berita Bola Update

"Iya (komunikasi) sama pihak manajer, sama asisten dia (Ronaldo)," ujar Martunis saat dihubungi detikcom, Rabu (1/4/2020).


Hingga saat ini, Martunis belum mendapat ucapan selamat atas pernikahannya. Ia tampak masih menunggu hal tersebut.

"Belum ada jawaban (ucapan pernikahan). Mungkin hari ini atau entar malam," lanjutnya. 


Diakui Martunis, komunikasinya dengan pihak Ronaldo memang terjalin lancar. Ia bahkan sering berkomunikasi melalui pesan WhatsApp.

"Sama manajer langsung (komunikasi). Ini yang langsung bersama Cristian selalu," ujarnya.

"Iya lancar (komunikasi). Melalui whatsapp," lanjutnya. 

Disebut juga bintang Juventus ini akan hadir di acara resepsi pernikahan Martunis pada Juni mendatang. Namun, hal ini sewaktu-waktu dapat berubah lantaran pandemi corona di Indonesia.

"Ya kemarin janjinya Ronaldo datangnya nggak di pernikahan. Soalnya saya resepsinya saya bedakan di bulan enam (Juni)" jelas Martunis.

"Iya (Ronaldo hadir di resepsi). Tergantung acara nanti gimana. Ini kan belum tahu gimana liganya, nantikan belum tahu," tutupnya.

Tak Ada Kompetisi Liga 1, Kiper Persiraja Ini Sibuk di Sawah


Ditangguhkannya Shopee Liga 1 2020 mengubah keseharian kiper Persiraja Banda Aceh, Aji Bayu Putra. Dia kini membantu orang tua di sawah. Situs Berita Bola Update

Pandemi virus Corona membuat kompetisi di Indonesia berhenti sampai Juni 2020. Roda kompetisi bakal bergulir lagi pada awal Juli jika status darurat yang ditetapkan sampai 29 Mei tak diperpanjang pemerintah.


Situasi ini membuat para pemain memilih pulang ke kampung halamannya masing-masing. Seperti halnya Aji yang kembali ke Brebes.

Selama di kampung halaman, Aji sibuk membantu orang tuannya di sawah. Dia juga harus mencari rumput untuk memberi makan ternak. 


"Kesibukannya sekarang membantu orang tua. Kebetulan di rumah lagi musim panen padi, jadi bantu-bantu panen padi sama nyari rumput buat ternak," kata Aji dalam pesan singkatnya.

"Semoga corona ini segera reda dan kompetisi diputar kembali. Sebagian besar pemain menggantungkan hidupnya dari sepakbola," sambungnya.

Selama kompetisi dihentikan, PSSI mewajibkan klub maksimal membayar 25 persen dari gaji pemain dan ofisial yang tertera di kontrak awal. Pemain saat ini sedang berharap penetrasi Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).

"Belum bisa berkomentar banyak, soalnya keputusan final 25% atau tidaknya juga lagi dirembugkan juga sama APPI. APPI juga lagi berusaha berkoordinasi dengan pihak PSSI," ungkap mantan kiper PSIM Yogyakarta itu.

Maxi Rodriguez Dulu Bisa ke Liverpool karena... Bohongi Benitez


Maxi Rodriguez dimarahi oleh Rafa Benitez pada awal kariernya di Liverpool. Benitez marah karena Maxi ternyata tidak bisa bahasa Inggris. Situs Berita Bola Update

Maxi hijrah dari Atletico Madrid ke Liverpool pada Januari 2010. Kepindahan ini berhasil setelah dirinya mengaku kepada Benitez bisa berbahasa Inggris.

Pengakuan pria asal Argentina itu semakin membuat Benitez yakin untuk memboyongnya. Benitez pun percaya diri bahwa pemain barunya itu nanti tidak akan kesulitan berkomunikasi di ruang ganti.

"Rafa mengatakan kepada saya bahwa sangat penting bagi semua orang untuk berbicara bahasa Inggris," kata Maxi seperti dikutip dari Marca.


"Ketika dia bertanya apakah aku bisa, aku berkata 'ya, tentu saja, jangan khawatir'. Aku tidak ingin negosiasi gagal, jadi saya sedikit kebohongan," sambungnya. 

Konferensi pers pun digelar dan Benitez duduk tepat di samping Maxi. Pada situasi ini akhirnya kebohongan terungkap.

"Tapi ketika aku tiba ada konferensi pers. Rafa memberitahuku bahwa dia akan berbicara lebih dulu dan kemudian aku akan mengambil alih," Maxi mengungkapkan.

"Saat itulah aku meraihnya dan mengatakan 'lihat, Rafa , satu-satunya hal yang aku tahu bagaimana mengatakannya (bahasa Inggris) adalah halo'."

"Meskipun awalnya kesal, pelatih itu melihat sisi lucu dari semuanya. Rafa bilang, 'kau anak nakal'," Maxi menjelaskan.

Maxi bermain untuk Liverpool selama dua setengah musim. Total ada 73 penampilan dan 17 gol.

Shin Tae-yong ke Paramedis Indonesia: Tetap Semangat!


Tenaga medis di Indonesia sedang berjibaku dalam menumpas virus Corona. Shin Tae-yong memberikan dukungan untuk pasukan garda terdepan tersebut. Situs Berita Bola Update

Indonesia dalam situasi darurat virus Corona. Jumlah kasus saat ini mencapai 1.528. Dari jumlah itu 81 pasien telah dinyatakan sembuh dan 136 pasien meninggal dunia.

Masalah virus Corona ini tidak hanya merenggut nyawa masyarakat biasa. Tenaga medis bahkan sudah ada yang berguguran karena tertular.


Jumlah kasus diperkirakan terus bertambah setiap harinya. Tim medis dari dokter hingga perawat pun diharap pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, bisa terus semangat.

"Masyarakat Indonesia sangat terima kasih dan mendukung, serta memberikan semangat untuk para dokter dan tenaga medis," kata Shin seperti dikutip dari situs resmi PSSI.

"Tenaga kalian sangat dibutuhkan oleh para penduduk Indonesia, karena pelayanannya saat ini dalam menangani virus Corona. Semangat selalu," sambungnya.

Shin adalah pelatih asal Korea Selatan. Negaranya saat ini juga sedang berjuang mengalahkan virus Corona.

Senin, 16 Maret 2020

Demi Kelangsungan Liga, UEFA Diminta Tunda Piala Eropa 2020


UEFA diminta menunda penyelenggaran Piala Eropa 2020, yang berlangsung pada musim panas mendatang. Alasannya adalah agar liga-liga bisa selesai. Berita Bola Online Hari Ini

Sepakbola Eropa saat ini sedang kacau balau akibat mewabahnya virus corona. Semua liga-liga top Eropa, dari mulai Liga Italia, Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Jerman, dan Liga Prancis, terpaksa ditunda.


Semua liga top di atas menunda pertandingannya sampai April, itu pun belum jelas mengingat pandemi virus corona belum bisa dipastikan kapan berakhir. Belum lagi ada kompetisi Liga Champions dan Liga Europa, yang masih setengah jalan.

Kini, muncul wacana agar kompetisi tetap dilanjutkan setidaknya hingga 30 Juni 2020. Namun, konsekuensinya adalah UEFA, selaku badan sepakbola Eropa, mau menunda gelaran Piala Eropa 2020, yang akan dimulai 12 Juni-12 Juli mendatang.

Adalah Federasi Sepakbola Italia (FIGC), yang meminta UEFA menunda hajatanya agar kompetisi bisa berjalan. Presiden FIGC, Gabriele Gravina, mengaku akan mengusulkannya.

"Harapannya bisa selesai pada 30 Juni. Dan kami juga harus memasukkan Liga Champions dan Liga Eropa. Batas waktunya adalah 30 Juni, maka kami akhirnya akan melihat apakah kami perlu melebihi batas waktunya," kata Gravina kepada Mediaset TV, yang dilansir ESPN.

"Kami akan mengusulkan ke UEFA agar mereka menunda Euro," jelasnya.

Piala Eropa 2020 akan digelar di 12 negara langsung. Italia sendiri menjadi salah satu tuan rumah, namun kini menjadi negara Eropa yang paling terdampak virus corona.

Sementara UEFA kabarnya akan menggelar pertemuan darurat pada Selasa (17/3). Pembahasannya adalah gelaran Piala Eropa 2020, yang bisa saja memang bakal ditunda.


Mancini: Piala Eropa Tak Lebih Penting dari Keselamatan Publik


Piala Eropa 2020 diperkirakan bakal mengalami penundaan di tengah merebaknya virus corona. Timnas Italia menegaskan keselamatan semua orang mesti diutamakan. Berita Bola Online Hari Ini

Piala Eropa 2020 sedianya digelar Juni-Juli mendatang. Namun turnamen ini diperkirakan bakal ditunda karena liga-liga Eropa dan kompetisi internasional seperti Liga Champions dan Liga Europa saat ini ditangguhkan.


Penundaan Piala Eropa akan memberikan waktu untuk kompetisi tersebut menyelesaikan agenda yang terhenti. Keputusan akan diambil UEFA dalam pertemuan pada Selasa (17/3/2020) besok.

Timnas Italia berharap UEFA benar-benar memikirkan keselamatan semua orang. Italia, yang merupakan salah satu tuan rumah Piala Eropa kali ini, adalah negara terparah kedua terkait virus corona.

Hampir 25 ribu orang terinfeksi virus yang juga dikenal dengan nama Covid-19 itu, sementara lebih dari 1.800 orang meninggal. Spanyol telah melaporkan setidaknya 7.800 kasus Jerman dan Prancis menyusul dengan lebih dari 5 ribu kasus.

Pelatih timnas Italia Roberto Mancini meminta UEFA betul-betul mengutamakan keselamatan publik. Apalagi diperkirakan sejumlah negara Eropa akan mengalami lonjakan jumlah kasus seperti di Italia.

"Kami harus menunggu hingga Selasa untuk mengetahui apakah UEFA akan memutuskan menunda Piala Eropa 2020. Masalah yang kami hadapi di Italia dalam 15 hari terakhir sekarang akan terlihat di negara-negara lainnya," ungkapnya kepada Rai Sport, dikutip Football Italia.

"Saya tak tahu bagaimana ini akan berakhir. Tapi ada banyak hal yang lebih penting ketimbang Piala Eropa 2020, tanpa diragukan lagi."

"Kalau mereka menunda turnamen, kami bahkan bisa juara dalam waktu setahun itu. Hal terpentingnya adalah kesehatan semua orang dan bahwa kami semua bisa kembali ke stadion dan bersenang-senang di sana."

"Melihat orang-orang meninggal dalam beberapa hari terakhir ini sangat melukai kami," tambah mantan allenatore Inter Milan dan Manchester City ini.

Italia tampil garang di bawah Mancini. Sepanjang Kualifikasi Piala Eropa 2020, Gli Azzurri menyapu bersih 10 pertandingan untuk meraih angka sempurna: 30 poin.